Friday, 14 July 2017

Puisi baru



Pengembara Kecil
Ketika sang  fajar menyapa
Dia terduduk di panggung hijau
Ia menatap sekeliling
Bola matanya dihiasi sejuta kekaguman

Hamparan padang hijau yang begitu luas
Terlihat begitu indah
Ketika angin perlahan membelai kehijauannya
Hawa sang fajar terasa sejuk

Kesejukan yang begitu menenangkan
Langit begitu bersih
Rembulan menyinari padang hijau
Sinarnya menenggelamkan beberapa binaran keil
Sisanya bertahan
Menemaninya…

Tiba-tiba…
Sesuatu terlintas dibenaknya
Mengubah semuanya…
Bola matanya berkaca-kaca
Kesedihan perlahan menyeretnya
Ia teringat perasaan
Yang tak sempat ia sampaikan
Kepada seseorang…
Seseorang yang pernah menjadi trendsetter dihatinya


Tetapi ia terlambat
Hatinya.
Ya hatinya..
Hanya sebuah kota sejarah.
Dengan trendsetter yang telah pergi

Sesuatu itu…
Seperti sebuah semak berduri di padang hijau
Kedinginan mematikan ditengah sejuknya fajar
Dan seperti sisi gelap dari rembulan

Dialah..
Pengembara keil
Yang tertancap duri kehidupan

Source : bahasaterbaikku.blogspot. com

No comments:

Post a Comment