Pengembara
Kecil
Ketika
sang fajar menyapa
Dia
terduduk di panggung hijau
Ia
menatap sekeliling
Bola
matanya dihiasi sejuta kekaguman
Hamparan
padang hijau yang begitu luas
Terlihat
begitu indah
Ketika
angin perlahan membelai kehijauannya
Hawa
sang fajar terasa sejuk
Kesejukan
yang begitu menenangkan
Langit
begitu bersih
Rembulan
menyinari padang hijau
Sinarnya
menenggelamkan beberapa binaran keil
Sisanya
bertahan
Menemaninya…
Tiba-tiba…
Sesuatu
terlintas dibenaknya
Mengubah
semuanya…
Bola
matanya berkaca-kaca
Kesedihan
perlahan menyeretnya
Ia
teringat perasaan
Yang
tak sempat ia sampaikan
Kepada
seseorang…
Seseorang
yang pernah menjadi trendsetter dihatinya
Hatinya.
Ya
hatinya..
Hanya
sebuah kota sejarah.
Dengan
trendsetter yang telah pergi
Sesuatu
itu…
Seperti
sebuah semak berduri di padang hijau
Kedinginan
mematikan ditengah sejuknya fajar
Dan
seperti sisi gelap dari rembulan
Dialah..
Pengembara
keil
Yang
tertancap duri kehidupan
Source :
bahasaterbaikku.blogspot. com
No comments:
Post a Comment