Friday, 14 July 2017

Puisi baru



Mengerti
Aku tak mengerti apa yang kutuliskan
Pena yang menuntunku
Orang-orang juga tak mengerti
Apa yang kutuliskan
Terkadang aku merasa hebat
Tetapi mereka hanya bertatap heran
Mungkin mereka benar
Aku bukanlah seseorang yang berarti
Aku juga bukan seseorang yang memiliki karya besar


Tetapi aku adalah..
Orang yang bercita-cita
Menjadi berarti…
Source : bahasaterbaikku.blogspot. com

Puisi baru



Pengembara Kecil
Ketika sang  fajar menyapa
Dia terduduk di panggung hijau
Ia menatap sekeliling
Bola matanya dihiasi sejuta kekaguman

Hamparan padang hijau yang begitu luas
Terlihat begitu indah
Ketika angin perlahan membelai kehijauannya
Hawa sang fajar terasa sejuk

Kesejukan yang begitu menenangkan
Langit begitu bersih
Rembulan menyinari padang hijau
Sinarnya menenggelamkan beberapa binaran keil
Sisanya bertahan
Menemaninya…

Tiba-tiba…
Sesuatu terlintas dibenaknya
Mengubah semuanya…
Bola matanya berkaca-kaca
Kesedihan perlahan menyeretnya
Ia teringat perasaan
Yang tak sempat ia sampaikan
Kepada seseorang…
Seseorang yang pernah menjadi trendsetter dihatinya


Tetapi ia terlambat
Hatinya.
Ya hatinya..
Hanya sebuah kota sejarah.
Dengan trendsetter yang telah pergi

Sesuatu itu…
Seperti sebuah semak berduri di padang hijau
Kedinginan mematikan ditengah sejuknya fajar
Dan seperti sisi gelap dari rembulan

Dialah..
Pengembara keil
Yang tertancap duri kehidupan

Source : bahasaterbaikku.blogspot. com

Saturday, 28 January 2017

kumpulan puisi baru

Jambu Merah Batu

Dia ada diantara 1000 bintang
Dia hidup dengan 1000 kelebihan
Namun…
Kelebihannya sirna ditelan hati dipuncak gunung
Semuanya hilang..
Semuanya hampa..
Semuanya gelap..
Dia hidup dalam 1000 kekurangan
Dia menghilang diantara 1000 bintang
Dia bertanya “ada apa dengan takdirku?”
Sang Penguasa menjawab “Si jambu merah batu menelanmu ke dalam rawa gelap”
Dia pun sunyi..sangat sepi
Terasa sangat sepi
Sampai jangkrik terdiam…
Source :bahasaterbaikku.blogspot.com








Kita Hidup

Kita hidup dizaman pembunuh jadi pemimpin
Kita hidup dizaman air jadi api
Kita hidup dizaman angin tak lagi tenang
Kita hidup dizaman pohon jadi uang
Kita hidup dizaman nyawa bukan lagi emas
Kita hidup dizaman hanya ada wanita dan perempuan
Kita hidup dizaman orang saling meneriakkan kekurangan
Kita hidup dizaman mengingkari katanya sendiri
Kita hidup dizaman manusia tidak lagi mengerti kata-katanya sendiri
Inilah zaman…
Yang menunggu sawit tumbuh tinggi
Akan menjadi sesuatu yang tak berarti
Source :bahasaterbaikku.blogspot.com

Saturday, 14 January 2017

contoh puisi baru

Kacau Kesenangan


Hari itu…
Tercium aroma keresahan
Cukup untuk membuat hati bimbang
Sesuatu yang biasanya terlihat bersih dan lembut
Berubah menjadi sesuatu yang kotor dan kasar
Entah dia tau apa yang kurasakan
Rintik bening itu bagaikan air mata
Entah apa yang ditangisi
Atau mungkin dia sedang bergembira
Aku tak tau, tetap saja resah

Hari itu…
Lengkingan pisau terdengar
Semakin aku menghindar
Semakin dia terdengar menyayat
Lengkingan pisau itu…
Merenggut sesuatu yang masih fana dariku
Membuatnya semakin fana
Entah siapa yang salah
Aku , dia atau mereka
Aku tak tau
Entah aku harus maju
Atau mundur dan hilang 


Hari itu…
Beribu kata bijak keluar
Dari pita suara para macan berbulu emas
Entah apa yang mereka pikirkan
Kata-kata itu terus mengalir
Terdengar sangat meyakinkan
Tapi apa yang bisa dilakukan
Rintik air jatuh dengan deras
Tempat bernaung tak disiapkan
Kata-kata hanyalah rumah tua terbengkalai

Hari itu…
Orang-orang berkumpul
Sekelompok manusia yang tertipu
Termakan lidah macan berbulu emas
Menuntut sesuatu yang sia-sia

Hari itu…
Aku kecewa
Entah apa yang telah terjadi
Tapi itu cukup
Untuk menenggelamkanku
Membuatku hilang..
Hancur..
Meninggalkan bekas yang tidak terhapuskan
Masa….
Source :bahasaterbaikku.blogspot.com






contoh puisi baru